DPD PSI
KABUPATEN NDUGA
Sunday, October 6, 2013
RAKERNAS II DI D.I.YOGYAKARTA
kegiatan raker sangatlah penting bagi perkembangan SDM Nduga ke depan ,oleh karena itu bagi kawan2 yang sangat peduli dengan organisasi IPMNI mari kita sama2 membahas dan satukan visi dan misi dalam mekanisme pemabagian beasiswa dan kegiatan2 yang berkaitan dengan organisasi dari masing2 kordinator kota. siapa lagi kalo bukan kita
harapan dari kegiatan rakernas biar kedepan sistem pembagian beasiswa bisa di realisasikan dari pemerintah daerah dengan baik ,sebab selama ini kami mendapatkan beasiswa seenaknya di atur dari pemerintah daerah semaunya pada hal dana untuk pendidikan jumlah nominalnya sangat besar naumun dalam realisasinya hanya dapat sedikit saja ............
tangal pelaksanakan : 18-20 oktober 2013
kota sudy : yogyakarta
harapan dari kegiatan rakernas biar kedepan sistem pembagian beasiswa bisa di realisasikan dari pemerintah daerah dengan baik ,sebab selama ini kami mendapatkan beasiswa seenaknya di atur dari pemerintah daerah semaunya pada hal dana untuk pendidikan jumlah nominalnya sangat besar naumun dalam realisasinya hanya dapat sedikit saja ............
tangal pelaksanakan : 18-20 oktober 2013
kota sudy : yogyakarta
Tuesday, December 25, 2012
Distrik yigi
2.) pesawat saat lending pada pagi hari sesudah mengantar penumpang dari wamena ke yigi
3.) saat panen buah kelapa hutan ,buah ini hanya ada di daerah papua khususnya di daerah pengunungan tengah papua ,tidak ada di daerah lain,buah ini bentuknya sama tapi ada 4 jenis sesuai rasa dan kontur bijinya. bila ada yang ingin penasaran dengan buah ini.banyak di daerah papua khususnya di waemena.
4.)
5.) Honai /atau rumah pak elias kogoya di yebaldoma
6.) Pemandangn gunung sapeange saat pagi hari ,Gunung ini tidak adda orang yang pernah naik karena sangat terjang tebingnya,bagi yang ingin mencoba khusunya dari luar papua maupun mancanegara dengan perlatan septi yang lengkap bisa ke lokasi ini langsung hubungi saya.sangat indah lokasi ini akan melewati dengan lokasi wisata yag lain lagi.
7.) Pemandangan tempat cocok untuk rocklimng ketinggian -+400 m.
8.)Gunung trikora
Sunday, July 15, 2012
Pendidikan bagi Ank-Anak Nduga
Untuk menjawab persoalan ini tanggung jawab kami bersama baik para
inteletual mudah,Guru,Agamawan, maupun tokoh masyarakat.Mari kita
sama-sama menjawab ......................
Dalam pembangunan suatu daerah, maju dan mundurnya daerah tersebut terletak pada sumber daya manusia itu sendiri, jika sumberdaya manusianya secara kualitas dan kuantitas memenuhi syarat seperti lulusan sarjana baik di tingkat S1,S2 dan S3,memenuhi standar katakanlah lulusan S1 500 orang, S2 20 orang ,S3 5 orang tiap tahun , sesuai dengan masing-masing bidang , maka daerah tersebut akan maju baik berupa bangunan maupun pola pikir masyarakatnya,oleh karena itu pemerintah perlu mengutamakan SDM masyarakat Nduga.sebab sampai saat ini banyak generasi SDM masyarakat Nduga tetapi mereka bayak yang tidak sekolah karena tenaga mengajarnya sangat minim.persoalan seperti inilah yang terjadi di distrik yigi dan pada umumnya di kabupaten Nduga .jika tidak mengutamakan SDM di masa yang akan datang seluruh distrik yang ada di kabupaten Nduga akan di kuasai oleh orang-orang luar yang memiliki kapasitas pendidikan yang lebih tinggi dan kita akan menjadi miskin di tanah kita sendiri ,untuk itu saya berharap pemerintah saat ini perluh mengutamakan anak-anak yang sekolah keguruan dan kesehatan.karena untuk saat ini kedua bidang tersebut sangat minim padahal sekolah guru dan kesehatan paling penting bagi Nduga di masa yang akan datang .dengan demikian bagi teman-teman mahasiswa/i yang berasal dari distrik yigi kita perlu membuat suatu wadah yang di mana akan mengarakan ade-ade kita untuk masa yang akan datang demi pembangunan desa kita dan umumnya kabupaten Nduga yang tercintah.wadah seperti ini kalo bisa setiap distrik perlu buat masing-masing agar bisa saling mendukung dalam menyelesaikan persoalan realita sosial yang terjadi di masyarakat.karena satu persoalan besar yang sampai saat ini menjadi susa mengubah paradigma masyarakat adalah adanya sistem politik yang di buat oleh pemerintah indonesia untuk memecah bela antara satu dengan lain di antara kita secara sistematikdan dogmantis.kami sebagai intelektual harus membaca situasi yang terjadi saat ini di kalangan masyarakat yang kurang pemahaman terhadap politik sehat.
Dalam pembangunan suatu daerah, maju dan mundurnya daerah tersebut terletak pada sumber daya manusia itu sendiri, jika sumberdaya manusianya secara kualitas dan kuantitas memenuhi syarat seperti lulusan sarjana baik di tingkat S1,S2 dan S3,memenuhi standar katakanlah lulusan S1 500 orang, S2 20 orang ,S3 5 orang tiap tahun , sesuai dengan masing-masing bidang , maka daerah tersebut akan maju baik berupa bangunan maupun pola pikir masyarakatnya,oleh karena itu pemerintah perlu mengutamakan SDM masyarakat Nduga.sebab sampai saat ini banyak generasi SDM masyarakat Nduga tetapi mereka bayak yang tidak sekolah karena tenaga mengajarnya sangat minim.persoalan seperti inilah yang terjadi di distrik yigi dan pada umumnya di kabupaten Nduga .jika tidak mengutamakan SDM di masa yang akan datang seluruh distrik yang ada di kabupaten Nduga akan di kuasai oleh orang-orang luar yang memiliki kapasitas pendidikan yang lebih tinggi dan kita akan menjadi miskin di tanah kita sendiri ,untuk itu saya berharap pemerintah saat ini perluh mengutamakan anak-anak yang sekolah keguruan dan kesehatan.karena untuk saat ini kedua bidang tersebut sangat minim padahal sekolah guru dan kesehatan paling penting bagi Nduga di masa yang akan datang .dengan demikian bagi teman-teman mahasiswa/i yang berasal dari distrik yigi kita perlu membuat suatu wadah yang di mana akan mengarakan ade-ade kita untuk masa yang akan datang demi pembangunan desa kita dan umumnya kabupaten Nduga yang tercintah.wadah seperti ini kalo bisa setiap distrik perlu buat masing-masing agar bisa saling mendukung dalam menyelesaikan persoalan realita sosial yang terjadi di masyarakat.karena satu persoalan besar yang sampai saat ini menjadi susa mengubah paradigma masyarakat adalah adanya sistem politik yang di buat oleh pemerintah indonesia untuk memecah bela antara satu dengan lain di antara kita secara sistematikdan dogmantis.kami sebagai intelektual harus membaca situasi yang terjadi saat ini di kalangan masyarakat yang kurang pemahaman terhadap politik sehat.
Untuk mengubah paradigma seperti itu bagi teman-teman mahasiswa/i yang sudah
keluar penuntut ilmu di daerah lain harap memberikan kontribusi yang
baik bagi masyarakat, jika pulang ke kampung.Dengan memberikan pemahaman
yang sehat tentang pentingnya tentang pendidikan dan mendorong ade-ade yang masih sekolah.persoalan ini
kita duduk bersama-sama baik abang-abang yang sudah selesai maupun
yang masih sekolah untuk membicarakan ini, khususnya anak-anak yang asal
dari distrik yigi <<<<<<<<kalo memang andah peduli dengan orng tuamu dan tanah kelahiran mu..........demi masa depan NUNUWI NDuga. >>>>>>tujuannya adalah mengarakan ade-ade yang masih
SD,SMP,dan SMA,mengarakan mereka sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat
ini seperti ........
1,) Sekolah kedokteran dan keperawatan
2.) Sekolah Guru
3.) Sekolah Hambah Tuhan
4.) Sekolah Pertanian
5.) Sekolah Penerbangan
6.) Sekolah Perikanan
7.) Sekolah industri dan elektro
dll.
Jika teman-teman semua menanggapi persoalan ini,marri kita sama-sama
duduk dan membuat suatu wadah yang memiliki visi dan misi yang sama
sesuai dengan paparan di atas, saya yakin 10 tahun yang akan datang distrik yigi akan mampu memberikan kontribusi SDM yang baik secara kualitas dan kuantitas demi
pembangunan distrik dan pembangunan kabupaten Ndugama
............,,,,,,,,
bagi teman-teman yang baca harap komenn dan bisa menambahkan lagi.............................
Saturday, July 7, 2012
Sejarah Asal-usul Suku Nduga
Suku Nduga adalah salah satu suku yang
berdomisili di daerah pegunungan tengah papua.dulunya masyarakat suku nduga termasuk dalam kabupaten wamena namun dengan adanya otonomi khusus suku nduga mekarkan diri ndari kabupaten induk tahun 2007/2008 dengan nama kabupaten Nduga .keberadaan wilayah suku Nduga berada sekitar ketinggian 4.500
m dpl. di atas permukaan laut .sebagaian wilayah ini terdiri dari gunung,bukit
berbatu,lembah,jurang.dan pantai membentang dari timur ke barat( kingsley ,mei 20011)
.Asal mulanya suku Nduga tergolong dalam satu kategori sub suku besar dari suku dani yang di dalamnya terdapat beberapa sub-sub suku yaitu:
.Asal mulanya suku Nduga tergolong dalam satu kategori sub suku besar dari suku dani yang di dalamnya terdapat beberapa sub-sub suku yaitu:
- Sub suku Lani
- Sub suku Yali
- sub suku Ngalik
- sub suku Nayak
- Sub suku Nduga
Konon mereka adalah turunan dari satu keluarga ,menurut mitologi suku Dani,maupun serluruh suku yang ada di daerah pegunungan tengah mereka berasal dari satu keturunan nenekmoyang yang berasal dari hetigima ,bahwa manusia pertama mucul dari
sebuah gua daerah maima yaitu wita dan waya .tapi karena sejarah konsepsi religi manusia baliem
adalah rahasia bagi orang lain,apalagi orang luar,maka penyebutan dari lokasi
tersebut adalah suatu kerahasiaan masing-masing
marga.sebagian menyebut manusia awal mula
muncul dari wesaput kini
kecamatan hitigima dekat muara sungai
baliem.Masing-masing marga mengakui daerah dan tempat keramatnya sebagai asal
dan awal mula manusia pertama mucul di
daerah lembah baliem/hitigima.tapi
mereka umumnya mengakui dan merahasiakan pada orang lain ,dari keturunanya,yang
bersifat patrineal.orang tua
yang lebih mengetahui,mengtakan bahwa”manusia muncul awal mula dimuara sungai
baliem dan Eagima”.tempat itu kini ditutupi oleh sungai Eagima.nama daerah itu kini disebut dengan nama:”wesapot,yang
artinya di belakang keramat “/rahasia dari ada”.terdiri dari dua kata
:wesa=’keramat/rahasia/tidak bleh “.Apot = “dibelakang ,’tertutup(rahasia)”. Jadi
wesapot artinya=”dibelakang semua (rahasia),atau”dibalik
Rahasia”.(sumber data :dari orang-orang tua )
Setelah mereka keluar dari lubang goa
tersebut mereka tinggal di daerah sekitar goa dan membuka lahan dan
beranak cucu ,dengan bertambahnya anggota keluarga.terjadilah perebutan lahan antar mereka dan mereka berpencar ke
wilayah-wilayah lain dan membentuk sub-sub suku sendiri –sendiri sesuai dengan daerah
yang di datanginya kecuali suku dani lembah baliem, orang
Nduga juga ikut meninggalkan lembah baliem dan mereka pergi ke arah selatan ikut kali welesi, dalam perjalanan mereka hanya membawa anak panah tidak membawa bekal apapun .perjalana mereka dari prime ,keyawagi ,kemudian menginjak kaki di distrik yigi.sesudah tiba di yigi mereka hanya membuka lahan lalu lanjut ke mbua .di mbua mereka bertemu dengan seorang tua badan berbulu sedang kedinginan ,ketika melihat orang tua itu mereka membuat api lalu mengangatkan dia dan melanjutkan perjalan mereka ke daerah mbua tenga ,dari mbua tenga kembali ke yigi .dari yigi kemudian mereka pergi ke daerah lain akibat adanya perebutan lahan .daerah tersebut seperti mapenduma,mugi ,gearek,geselma,kenyam ,dan daerah lainnya. sedang suku Nduga yang di intan jaya ,timika,puncak jaya,merauke,wamena .mereka pergi sekitar tahun 70 an akibat perang suku di kampung .
, sebenanya sebutan orang lembah baliem unutk orang Nduga yaitu”siar meke”yang artinya orang hutan/orang yang tidak bisa kompromi. kata Nduga sendiri muncul ketika sudah meninggakan lembah baliem dan menetap di daerah-daerah yang sudah disebutkan di atas.Suku Nduga pada umumnya mempunyai ciri khas tertentu dalam pembawahan hidupnya yang dipengaruhi oleh nenekmoyang hingga sekarang yaitu berwatak keras dan tidak mau mengalah tetap pada pendiriannya /tidak bisa dipengaruhi oleh dari luar .orang Nduga secara cultur mempunyai kelebihan tersendiri dari suku-suku yang ada di daerah pegunungan tengah yaitu mereka di ibaratkan sama halnya dengan” bunglon”cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka tinggal baik bahasa maupun adat istiadat suku yang lain.orang Nduga secara tradisional disebelah timur berbatasan dengan kabupaten yahukimo,dan wamena,disebelah barat dengan kabupaten puncak papua dan puncak jaya disebelah selatan dengan agats,masyarakat suku Nduga bahasa sehari-hari mereka menggunakan bahasa Nduga ,bahasa ini termasuk keluarga bahasa Melanesia dan bahasa papua .suku Nduga sebagai suku minoritas dari 360an suku –suku yang ada di seleruh tanah papua baik dari pegunungan maupun pesisir .
, sebenanya sebutan orang lembah baliem unutk orang Nduga yaitu”siar meke”yang artinya orang hutan/orang yang tidak bisa kompromi. kata Nduga sendiri muncul ketika sudah meninggakan lembah baliem dan menetap di daerah-daerah yang sudah disebutkan di atas.Suku Nduga pada umumnya mempunyai ciri khas tertentu dalam pembawahan hidupnya yang dipengaruhi oleh nenekmoyang hingga sekarang yaitu berwatak keras dan tidak mau mengalah tetap pada pendiriannya /tidak bisa dipengaruhi oleh dari luar .orang Nduga secara cultur mempunyai kelebihan tersendiri dari suku-suku yang ada di daerah pegunungan tengah yaitu mereka di ibaratkan sama halnya dengan” bunglon”cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka tinggal baik bahasa maupun adat istiadat suku yang lain.orang Nduga secara tradisional disebelah timur berbatasan dengan kabupaten yahukimo,dan wamena,disebelah barat dengan kabupaten puncak papua dan puncak jaya disebelah selatan dengan agats,masyarakat suku Nduga bahasa sehari-hari mereka menggunakan bahasa Nduga ,bahasa ini termasuk keluarga bahasa Melanesia dan bahasa papua .suku Nduga sebagai suku minoritas dari 360an suku –suku yang ada di seleruh tanah papua baik dari pegunungan maupun pesisir .
Di
dalam masyarakat tradisional suku Nduga membentuk suatu kampung yang merupakan
persekutuan hukum adat.mereka hidup menetap di daerah-daerah yang sudah disebutkan
di atas .sejak meninggalkan lembah baliem dari nenekmoyang hingga sekarang
secara berkelompok ,tingkat kekerabatan mereka sangat kuat,suka tolong menolong
dan saling bergantung pada satu sama yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan
mereka.susunan masyarakat
yang terdiri dari susunan kekeluargaan yang disebut faktor genologis dan factor
teritorial
berdasarkan pada hubungan bersama pada
suatu daerah yang disebut
sebagai daerah kekuasaan dengan di
kepalai oleh salah seseorang yang di sebut kepala suku.
Kepala
suku adalah orang yang berani dalam memimpin pertempuran perang dan mampu
memimpin warga- warganya dalam keadaaan sulit.sehingga kepemimpinannya adalah hasil
sebuah prestasi sendiri bukan karena warisan. Dia dikatakana
seorang kepala suku jika terdapat hal-hal sebagai berikut
1) Keberaniannya dalam pertempuran
perang suku
2) Berani
mengambi keputusan dalam keadaan sulit
3) Kualitas
pembicaraan yang
baik /kepandaian diplomasi
4) Bersikap
lemah lembut kepada semua orang tanpa
memandang besar kecil satus
5) Mengetahui segala persoalan
masalah baik mapun buruk
Tugas
dari kepalah suku
adalah memimpin rapat dalam forum musyawarah
adat untuk membicarakan dalam berbagai
kepentingan aspek kehidupa mereka seperti
politik,ekonomi,keamanan dan upacara-upacara
adat.tempat forum musyawara adat biasanya di lakukan di honai laki-laki
(sinije) .dalam
satu kompleks ada beberapa jenis
bangunan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkn dengan sinije
.setiap bangunan sesuai
dengan jumlah anggota keluarga dan kandang ternak.Susunan rumah adat dalam pemukiman mereka antara lain;1 ) Honai atau sinije
adalah tempat tinggal para pria dan tamu laki-laki fungsinya yaitu digunakan untuk tempat
bermusyawarah
dan kegiatan-kegiatan upacara lainnya.2
)
Honai umum O ebema berfungsi sebagai
tempat tinggal para istri-istri dan anak-anak laki-laki yang dibawah umur 8 tahun ke bawah .bentuk bangunan
sesuai dengan jumlah anggota keluarga dan biasanya di tambah dengan kandang ternak.Hewan pemeliharaan suku
Nduga adalah babi,karena babi merupakan harta kekayaan yang paling tinggi
nilainya bagi suku dani maupun secara khusus masyarakat suku Nduga sebab hal
tersebut pengaruh besar dalam menentukan status sosial mereka.selain
sebagai harta kekayaan,babi juga merupakan sebagai alat maskawin ,membayar
masalah dan kepentingan lainya
Sistem
religi sebelum agama Kristen masuk ke wilayah suku Nduga di kabupaten Nduga
kecamatan yigi,mereka manganut sistem keperchayaan animisme dan dinamisme yaitu melakukan dengan ritual-ritual khusus
untuk mendatangkan arwah roh-roh nenekmoyang mereka.biasanya tempat ritual ini
ditempatkan dalam kebun maupun di belakang honai dan biasanya ada yang di
pagari dan ada yang tidak di pagari.
Untuk melakukan ritual tersebut biasanya di pesta dengan korban
ternak babi.dalam masyarakat suku Nduga. kwal merupakan kekuatan sakti para
nenekmoyang yang diturunkan secara turun temurun secara patrineal(diturunkan
kepada anak-anak laki-laki).kekuatan sakti ini antara lain,kekuatan menjaga
kebun,kekuatan menyebuhkan penyakit,
menolak bala,kekuatan menyuburkan tanah dan kekuatan memenangkan dalam perang
.untuk menghormati nenekmoyangnya ,mereka membuat lambang yang disebut wesama,sedangkan pindok-ndok merupakan upacara untuk mengakhiri sebuah peperangan
yang telah berselisi antar suku dalam kurun waktu yang cukup lama,dan biasanya dilakukan
pindok-ndok agar peperangan tersebut berakhir dan mau hidup berdamai dengan
musuh dan untuk memulai kehidupan yang baru.
Sistem
kerajinan dan kesenian masyarakat suku Nduga dapat dilihat dari cara membangun
tempat kediaman seperti bentuk bangunan ,simbol bangunan dan bentuk-bentuk
ukiran pada senjata
tradisional seperti panah, tombak, dan kampak batu .masyarakat suku Nduga
mempunyai seni kerajinan khas ,yaitu anyaman kantong(tas) atau terkenal dengan sebutan
sum/noken berfungsi untuk isi hasil buruan atau hasil panen kebun dan bayi yang
baru lahir .masyarakat suku Nduga juga memilki berbagai peralatan yang terbuat
dari kayu maupun bambu, peralatan tesebut antara lain :Mingin,Male,Sop.kapak
batu,sebagai alat buruan dan alat perlindungan diri dari musuh dan mereka juga mempunyai
tarian tradisional yaitu Ndawi-Ndawi .Ndawi-ndawi biasanya dilakukan pada saat
upacara –upacara adat,seperti pesta
bakar batu,perkawinan dan upacara lainnya .
Politik dan
kemasyarakatan antara lain:masyarakat suku Nduga senantiasa hidup berdampingan
dan saling tolong menolong ,dan memiliki ciri-ciri sebagai sebagai berikut :
1)
Masyarakat Nduga
memiliki kerjasama yang bersifat tetap dan selalu bergotong royong .
2)
Setiap perencanaan
pendirian rumah,membuka lahan perkebunan baru,perang suku dan pekerjaan serta
upacara-upacara adat mereka selalu didahului dengan musyawarah yang dipimpin
oleh seorang penata adat atau kepala suku,karena musyawarah merupakan wujud
dari persatuan dan kesatuan mereka dalam menyepakati dalam berbagai hal.dan
pakean tradisional suku Nduga adalah suwon /koteka sebagai pakean adat pria
dibuat dari jenis buah labuh pelihan,dan Sali/ sum ,merupakan pakean adat perempuan
terbuat dari kulit kayu rumbia
Cara
menyelesaikan masalah masyarakat suku Nduga adalah dengan cara pindok-ndok (makan
besama ) ,pindok-pindok dilakukan akhir dari sebuah proses permasalahan perang
yang terjadi.permasalahan ini biasanya dilakukan dengan musyawarah agar setiap
orang mengetahui atau menjadi saksi bahwa masalah tersebut sudah selesai,sebab
permasalahan yang ada belum diselesaikan dengan pindok-ndok berarti masalah
tersebut belum tuntas dan kemungkinan akan muncul kembali.setiap permasalah
yang muncul tidak di tangani dengan baik dari awal biasanya sangat berpotensi
konflik .sebelum melakukan pindok-ndok di dahului dengan perang suku,misalnya
pelakunya marga lain,di luar dari kekusaaan mereka sangat berpotensi untuk
terjadinya perang itu.permasalahan yang biasanya menimbulkan perang adalah
masalah pembunuhan ,perselingkuhan,dan masalah lain yangmempunyai potensi untuk
terjadinya perang suku .
Mata pencarian pokok suku Nduga adalah
bercocok tanam ,mereka berani dengan membuka suatu areal huatan dengan membakar
lalu mencangkul kemudian menanam jenis-jenis tanaman seperti pisang,umbi-umbian
dan sayur-sayuran di lakukan secara berpindah pindah dari daerah ke daerag yang
lain (nomaden ) sedangkan buruan di lakukan pada hutan-hutan lembat berupa
pencarian kuskus,babi hutan,binatang berkantung dan lain-lain dengan menggunakan
senjata tradisional yaitu panah,tombak,dan jerat .
Sejak
tahun 1963 yaitu tempatnya 40 tahun yang lalu kabupaten nduga kecematan
mapenduma, memasuki agama kristen melalui para misionaris yang datang dari
kanada, Amerika dan Austalia, melalui mereka mengajarkan religi baru, kemudian
suku nduga menerima religi baru(agama
kristen) dan menyebar ke kampung-kampung yang lain, berjalannya waktu semakin dalam
mempelajari religi baru itu kemudian unsur-unsur kepercayaan religi
mereka yang asli tidak ada lagi, karena pada saat itu para misionaris memerintakhkan
para tokoh-tokoh adat masyarakat bahwa lambang atau simbol-simbol keperchayaan
itu dikumpulkan kemudian dibakar. Sejak terjadinya pembakaran simbol-simbol itu
hingga sekarang tidak lagi mereka memiliki dan melekukan ritual-ritual terhadap
religi mereka yang lama, karena pihak gereja melalui para misionaris membina
mereka dan mengajarkan kristen dan cara penerapan dalam kehidupan mereka, serta
membangun sekolah-sekolah pendidikan agama kristen dalam bahasa daerah, agar
dangan harapan setelah tamat dari sekolah itu kemudian diangkat sebagai
pengajar agama kristen dan dilibatkan sebagai pelaku pengijil untuk melanjutkan
pengajaran agama kristen.
Setelah menerima sistem religi baru
ini kemudian mereka merasa aman dan tidak lagi ada perang suku ,sehingga
permusuhan antar suku atau antar kelompok seperti dulu tidak ada,karena waktu
itu parah misionaris menekankan pengajaran melalui dasar-dasar alkitab bahwa
untuk hidup berdamai dan saling mengasihi satu sama lain.sehingga sampe saat
ini traadisi budaya mereka juga ditranspormasikan kegereja ,seperti budaya
musyawarah adat tidak lagi di lakukan di
sinije(honai),sehingga fungsi kewenangan kepalah suku terbatas ,sebab gereja
lebih dominan dan tertutup dibandingkan sistem musyawarah yang sebelum
benar-benar nampak karena dalam forum musyawra ini lebih mengedepankan
transparan dan akuntabilitas kepada anggota .
Gereja maempunyai sistem secara
struktural hirarki atau top down yang lebih baik dalam mempertahankan
exsitensinya di tengah –tengah kehidupan mereka ‘,seperti kita ketahui
kekuasaan.kepemimpinan,yang ada di gereja dari tingkat yang paling hingga
paling bawah antara lain:di tingkat sinode,wilayah,klasis,dewan(daerah) ,dan
kembala gereja.kekuasaan gereja ini mempunyai peranan pentng dalam kehidupan
mereka,karena fungsi gereja selain menyalankan kebutuhan kerohanian mereka
,mereka juga melakukan fungsi pelayanan publik seperti membangun inprastruktur
pendidikan dari tingkat SD,SMP,SMA, dan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan
masyarakat melalui yayasan kristen ,semua yang mereka lakukan tanpa upah yang
mereka dapatkan,tetapi sebagai panggian yang mulia dengan hati nurani.
Kehadiran
pemerintah di wilayag ini banyak hal yang mengalami perubahan melalui inovasi
yang dilakukan oleh pemerintah .namun yang menjadi persoalan adalah banyaknya
mengalami perubahan nilai-nilai budaya lokal yang selama ini mereka peroleh
,melalui sistem pemerintah yang bersifat memaksa misalnya memeggang kekuasan baru,sistyem
pemerintah yang bertolak belakang dengan hukum adat dalam menyelesaikan masalah
,pegawai negeri sipil yang datang bekerja di kantor pemerintah atau
lembaga-lembaga lain,transmikgrasi yang berlebihan datang ke daerah ini,dan
pedaggang-pedaggan kaki lima hingga investor-investor dari luat yang datng
denga berbagai latar belakang budaya yang berbedah ,karena akses yang disedikan
oleh pemerintah
Faktor-faktor yang lain adalah adanya
pesta demokrasi melalui pemilihan secara langsung yang diselenggrakan oleh
pemerintah dalam hal pemilihan umum(pemilu),dan pemilihan kepalah daerah serta
anggota legislatif,ini banyak mengalami kesulitan ketika menentukan hak
pilihnya karena akan nantinya permasalahan yang terjadi biasanya telah
memenangkan dalam pemilihan ini kemudian salah satu calon dipilih dan memeggang
kekusaan di daerah sehingga pemimpin tersebut diistimewakan pada pelaku
pemilihnya seperti hal,yang terjadi dalam penerimaan anggota pegawai negeri
sipil (PNS),perombakan jabatan di tatanan birokrasi baik di jabatan struktural
maupun di tingkat yang paling bawah tanpa sebab yang jelas ,kebijakan
pembangunan inprastruktur dan pelayanan publik yang lainya ,sehingga kondisi
ini sangat diperihatinkan bagi yang mendukung parah calon lain yang tidak
terpilih.
Hal ini menimbulkan satu pertanyaan
mereka bahwa ,apakah memang sistem budayah indonesai memang seperti
itu,sehingga kondisi ini harus kita mengalami?Sebab hal itu sangat bertentangan
dengan budaya yang selama ini mereka anut,sepert yang kita ketahui sebelumnya
adalah musyawarah gotong royong,persatuan kesatuan yang kuat ,tidak adanya
suatu perbedaan antara satu sama lain,dan mengutamakan kepentingan umum
sehingga budaya mereka semakin mengikis dengan dengan kondisi ini.
Kondisi masyarakat suku Nduga sekarang
mengalami perubahan yang sangat signifikan ,dibandingkan dengan kondisi tatanan
aslinya.kenyataan yang terjadi adalah adanya tidak berfungsi sinije dan diruang
terbuka sebagai tempat melakukan musyawarah guna merundingkan sesuatu untuk melakukan
kepentingan dalam berbagai hal ,dan tidak adanya persamaan pendapat persatuan
dan kesatuan dalam kelompok,di sebabkan karena adanya faktor persaingan dalam
perebutan kepemimpinan di gereja dan perebutan kekuasaan di pemerintahan
seperti misalnya,jabatan kepala desa,anggota legislatif daerah dan jabatan
eksekutif (kepala daerah atau bupati) pada saat mengadakan pesta demokrasi ini
sangat-sangat mudah mempengaruhi mereka sebagai masyarakat awam melalui
mekanisme pemilihan yang berbedah dengan budayah mereka,sebab kebiasaan dalam
pemilihan kepemimpinan dengan cara musyawarah .sehingga hal ini menimbulkan
relasi sesama kelompok maupun dalam hubungan kekeluaragaan ,dan akan
menimbulkan konflik baru .
Kondisi yang lain yang terjadi adalah
gereja menjadi ranah politik karena fungsi musyawarah adat di transpormasikan
ke gereja sehingga peranan gereja sebagai pelayan masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan spiritual mereka,tidak dilakukan berdasarkan panggilan dan talenta
semata-mata kepentingan tertentu ,sebab pemerintah kabupaten Nduga sekarang
setiap pemimpin gereja di berikan gaji luar dari pegawai negeri sipil.
Subscribe to:
Posts (Atom)













